Jumat, 07 Desember 2012

Ini postingan apa? hmm -__-

 -Sebentuk kode sangat minim dari sosok dia yang mengakrabkan diri dengan kehidupanku-

Rabu, 05 Desember 2012

Lebih Dari Sosok Sahabat

"Bukan lagi teman, bukan lagi sekedar titel sebagai teman dekat, atau bahkan sahabat, di kala pemikiran kami, tiga insan dengan pemikiran masa depan yang sama dan sejalan, bukan lagi hanya untuk apa yang akan dilakukan dan dilangkahkannya saat ini, tapi untuk esok, lusa dan hari-hari hingga akhir hayat menjemput"
 -Lingkaran 3 insan yang saling menyadarkan dan disadarkan oleh pengalaman masa depan- 

Selasa, 04 Desember 2012

Orang Tua, Mereka Segalanya :')

Obrolan yang sebenernya terbilang ringan, bahkan sangat ringan, seketika berubah menjadi momok yang sedikit memainkan perasaan terhadap 2 sosok yang di balik keramahan dan kelembutannya membutuhkan kehadiran kita sebagai anaknya.

Ya, Ayah dan Ibu sebagai 2 sosok itu dengan segala keterbatasannya menyayangi dan melekatkan kehadirannya sedekat mungkin dengan kita. Tak dapat dipungkiri, sebagai anak ada saja hal yang dapat terlupakan terhadap 2 sosok yang selalu menyempatkan diri, berusaha sapa menyapa dan terkadang benar-benar melupakan kabar dan kegiatannya saat itu.

Memang terdengar jahat ketika sosok orang tua, sosok yang terus berusaha mendampingi setiap langkah anak-anaknya, namun dilupakan seketika oleh anak-anaknya sendiri. Sebatas untuk membalas sms pun terkadang dilupakan oleh seorang anak. Padahal mungkin menurut mereka, tak penting bagaimana kalimat terbaik yang tersampaikan oleh anaknya, asalkan anaknya bisa membalas meskipun hanya menyampaikan emote senyum atau bahkan membalas dengan satu kata ya/tidak pun, mereka sudah bisa tersenyum lega, karena merasa anak-anaknya masih bisa menghargai keberadaan dan kasih sayang mereka.
Pelajaran berharga untuk para insan yang dilahirkan dari tubuh seorang perempuan yang sebenarnya tidak memiliki kekurangan (Ibu), "Sapalah dan hargai iringan langkah mereka yang selalu menyertaimu dengan tidak pernah dan tidak akan pernah melupakannya sedetik pun, beriringan dengan doa yang tersampai melalui perantara Allah"
Peluk hangat dan kecup lembutku untuk setiap iringan doamu, Ayah, Ibu... 

Desember, Dibalik Makna 'Pasangan Hidup'

Bukan lagi karna kisah galau yang terus terungkap di bibir dan menguak menjadi alunan nada dengan segala bentuk ketidakpastian dan spekulasi berbeda terhadap pendengarnya, sebut saja suara. Suara hati yang terkadang tak sinkron dengan suara bibir yang terucap, acap kali di cap sebagai suatu kemunafikan.

Ya, tak ingin panjang lebar terhadap suara yang menggelitik telinga yang menyadarkan untuk berkata sebenarnya. Dari lubuk hati yang mungkin hampir muncul ke permukaan, setiap sosok manusia netral selalu membutuhkan tanggapan dengan pandangan berbeda dari berbagai aspek. Pribadiku merasakan sendiri mereka hadir seketika melalui satu perantara, sekaligus pembicara dan pendengar hebat. 
Yang masih slalu terngiang "Jangan terlalu memposisikan dirimu untuk diriya. Sosok wanita lebih baik menunggu bagaimana respect seorang pria terhadapmu. Karena Tuhan bisa kapan saja menyampaikan dan menerjunkan pangeran hati yang kelak meminangmu. Posisikan diri tidak untuk memilikinya hanya sebatas saat ini, karena jika itu yang ada dipikiranmu maka itulah sebatas hawa nafsu setan. Perpatut dirimu untuk lebih mengenal sosoknya tidak hanya berdasarkan cover, namun lihat dirinya dari segala sisi. Pantaskah dirinya untuk kita? Dan pantaskah kita untuk dirinya?" 
-Dari kesimpulan 3 insan yang sangat memikirkan masa depan-

Minggu, 02 Desember 2012

It Was Not Like A Dating :))


Awal November semuanya dimulai. Sosok *ehem* A yang udah pernah hadir di postingan perdana gue, nyatanya doi hadir setelah 2 minggu lepas hubungan dari cewek yang udah jadi mantannya sekarang. A hadir untuk ngisi hari-hari baru gue dengan rasa yang udah bener-bener mati ke Mr.X. Lagi deeh, say goodbye for that feeling hehe

Akrabnya gue ke A makin menjadi tepat seminggu sebelum adegan sesosok wanita idaman Mr.X nangis-nangis di depan mata gue. Aiih, itu sesi lebai dan dramatis banget.. Tapi yaa karena gue udah illfeel sama keduanya, mau digimanin pun bawaannya biasa aja, bener-bener di bawah standar. Sorry...

Oke, Sering banget gue ngajak A untuk acara yang pengen gue datengin, begitupun dia yang ngontek gue untuk nemenin dia entah untuk sekedar makan malem, saling traktir mentraktir, ngenet sampe tengah malem, juga ngebolang keliling kampus sampe ngorbanin cabut kelas algoritme dan pemograman haha itu KONYOL!! Dan di adegan ketiga itu moment bener-bener langka. Semuanya berawal dari doi yang minta ditemenin makan dan minta ditemenin ngenet pula. Perubahan sikapnya udah mulai beda. Beda banget... Hmm, oke gue gamau terlena sama semua kebaikan dia.

Moment dimana gue gajak dia nonton Hivi yang batal itu, dia berharap banget bisa diganti dengan plan dia yang ngajak gue *doang* untuk nonton. BERDUA. Meskipun hampir gagal, tapi A bener-bener ngeusahain itu tetep jadi. Dan akhirnya kita bener-bener jadi nonton berdua dengan status yang masih sebagai "Teman", tepat di hari terakhir jumat bulan November 2012.

Dengan tenang dan gamau terkesan 'ngoyo', gue nungguin dia selesai jumatan dan baru deh kita cabut ke TKP (Nama tempat sebagai privacy) hehehe
Gue, yang emang gamau terkesan berlebihan dalam berpakaian, tetep pake kemeja denim yang gue pake pas kuliah jumat pagi dan A dengan minyak wangi khasnya udah nungguin gue di depan Bank dengan kaos hitam yang gue suka banget gambar di bajunya saat itu. Hmm...Seperti layaknya sepasang kekasih, kita melakukan perjalanan 1 jam ke TKP. Obrolan ringan pun dimulai........

Sampai di lokasi jam 14.21, mata kita tertuju pada sebuah club donat yang gak diraguin lagi enak dan terkenalnya. Dia ngajak gue ke tempat itu setelah nonton dan yaa gue iyain karna gue tau dia ngeluh laper banget. Karna jam filmnya diputer 14.30 jadinya kita nonton dulu, baru makan.. Beli tiket dan berbekal 2 small popcorn caramel kita masuk dengan posisi duduk yang enak banget.

Selayaknya orang-orang yang juga nonton, kita lebih banyak diem. Satu hal yang baru gue tau tentang sosok A, doi bukanlah tipe orang yang diem garing tapi diem yang bisa tetep ngehidupin suasana. Dan sampe sekarang doi bukanlah sosok yang jaim, tapi sosok yang apa adanya dan bisa bikin kita juga jadi sosok yang apa adanya.

Sejauh ini, perjalanan berdua yang kata salah satu sahabat gue disebut 'dating' itu bener-bener menyenangkan, meskipun level senengnya masih di bawah level seneng kalo lagi sahabat-sahabat gue. Hal itu mungkin karna gue masih gak mau over-pede sama semua kebaikan dan keramahan A ke gue. Alesan A ngajak gue nonton itu yang masih gue pertanyakan, kenapa harus gue!?
Oke, lagi-lagi gak mau di judge 'kepedean' tapi kata 4 dari 7 orang sahabat gue memositif-thinking kan tentang gimana baiknya A dengan segala kemungkinan terburuk yang ada.

Obrolan dan keakraban masih terus berlanjut dengan adegan makan bareng, hunting gadget, doi yang nawarin gue buat shopping, makan es krim, dan pulang. Selama itu pula banyak topik obrolan yang sebenernya gak pengen untuk gue mulai duluan, tapi sosok A lah yang mulai topik tentang :
1. Matkul lah,
2. Kondisi kelas lah,
3. Cinloknya anak-anak kelas lah,
4. Makanan favorit lah,
5. Hobi,
6. Phobia,
7. Sampe hal yang menurut gue privacy untuk level temen yaitu tentang mantan dan keluarga.
Entah makna dari obrolan point 7 itu apa kalo emang kita gak bakal lebih dari sosok temen 'deket'.

Kita pisah jalan. Gue balik ke rumah, dan dia balik ke kost-an. Sampe lokasi balik masing-masing, doi lagi-lagi agak berubah. Lagi-lagi gue gamau di cap kepedean, tapi beneran dia jadi lebih sering sms gue duluan. Entah itu sekedar tanya lagi apa, ngajak makan atau sekedar minta temenin makan, ngajak ngenet atau sekedar minta temenin ngenet, minta inspirasi tentang aplikasi windows yang lagi dia bikin, atau bahkan cuma ngirim emote 'senyum'.

Hahaha entahlah, mungkin itu hanya sebatas dia butuh ruang untuk berbagi kesepiannya dan cerita banyak ke seseoarang. Selama dia baik sama gue, sudah selayaknya bukan kalo gue ngebales semua kebaikan, keramahan dan keterbukaan doi?? Tapi kenapa harus gue??
Gue seneng bisa deket sama lo. Terima Kasih, sahabat baru :)))

Sabtu, 24 November 2012

Kutipan Karma

Believe in "KARMA" or other words "Cause and Effect". Apa yang ditabur, itulah yang akan kita tuai..
Rasa sakit membuatmu lebih kuat. Rasa takut membuatmu lebih berani. Patah hati membuatmu lebih bijaksana. Ambil hikmahnya! 
>> Tweet Kata-Kata Bijak 

Jumat, 23 November 2012

Makna Luar Sebuah Deklarasi



     Semua berawal dari introspeksi diri setelah 2 hari "full of the days with all". Banyak ungkapan hati yang terus muncul dari kepribaadian dan karakter gue. Terus tanya ini itu, apa gue salah? Salah gue dimana? Posisi gue sebagai sahabat dari 4 orang temen cowok gue, emang ada yang salah?
Ke Sandi gue selalu bilang kalo "Gue pengen banget selalu ada buat kalian. Dimana dan gimana keadaan dan suasana hati kalian, gue pengen gue selalu ada di saat kondisi itu terjadi sama kalian."
     Alesan lain karna gue emang pengen membahagiakan mereka, juga dibahagiakan oleh mereka. Gue pun gak mau cuma ada buat mereka di saat bahagia mereka doang tapi gue pun gak mau dihadirkan dalam hidup mereka sebagai pelarian dari kesedihan mereka.

Gue sayaaaaaang banget sama kalian sebagai sahabat-sahabat gue. Dan gue harap begitupun sebaliknya... Kenyamanan gue bareng mereka itu jauuuh lebih nyaman gue rasain dibandingkan gue lagi sama temen-temen segender alias cewek. Bahagia gue untuk mereka dan kebahagiaan mereka hadir untuk gue.

     Tapi di luar kendali itu, otak dan hati gue ga pernah sinkron. Dan sampe sekarang pun, gue belum tau gimana caranya mengsinkronkan otak dan hati gue buat hal-hal dalam konteks "sosialisasi". Mungkin emang cuma gue yang ngerti.

     Mereka tau banget gimana marah dan keselnya gue sama seseorang. Konflik yang terjadi, tekanan batin yang gue rasain. Mereka juga tau banget gimana gue kalo gak suka sama orang. Ekspresi wajah yang spontan dari gue gak akan pernah bisa sedikitpun ditutupin. Gue, sebagai cewek satu-satunya dari kelompok kecil mereka, terkadang jadi sosok yang manja dan "apa banget" di mata mereka. Haha gue tau kok..

     Salah satu kebiasaan kita berempat selain sandi itu, ngebeskem yang entah dimana beskem tetap kita. Ngebolang dan berkelana keliling kampus di tengah malem. Ngelewatin suasana hening dan bau-bauan melati di setiap lokasi yang terbilang horor sekitar kampus.

     Rasa risih tiba-tiba muncul di otak gue dengan feel yang begitu kuat. Bisikan aura negatif yang menyatakan kalau gue harus stop untuk gak lagi berkelana sama sahabat-sahabat gue. Lebih dari sekedar galau yang pernah menghantui otak gue sebelumnya, rasanya sedih dan miris di saat gue takut banget di cap buruk setelah gue ngerasa nyaman dan bisa jadi diri sendiri saat suasana malam bersamaan dengan keberadaan mereka.

     Lagi-lagi sosok sahabat baru gue, sebut aja Sandi, Tegar, Pristi, Dede, hadir untuk nenangin gue. Rasanya bangga, bangga banget punya sosok orang-orang terdekat kaya mereka. Ke Sandi juga Pristi gue udah berani untuk mendeklarasikan kalau kita dalam lingkup sahabat. Tapi belum untuk 2 sosok lainnya. Bukan berarti mereka bukan sosok yang baik. Mereka baik, sama-sama baik banget.. Cuma gue berpikir apalah arti sebuah deklarasi jikalau suasana hati yang kadangkala gak setenang biasanya masih belum bisa dirangkul oleh mereka, untuk semua sosok orang-orang terdekat gue...

Rabu, 21 November 2012

Friendship :')

"Persahabatan tak mengenal gender. Persahabatan pun tak hanya mengajarkan satu kata KEHADIRAN tapi Kebahagiaan dan Kesedihan."
 "Prinsip gue, GUE PENGEN SELALU ADA BUAT KALIAN. Bahagia kalian, bahagia gue juga. Begitupun masalah dan kesedihan kalian, kesedihan gue juga. So gue pengen membahagiakan kalian juga dibahagiakan oleh kalian" 
"KITA BERSAHABAT... Sahabat dari sahabat kita, harus jadi sahabat kita juga. Temen dari sahabat kita, harus jadi temen kita. Pacar atau pasangan dari sahabat kita, juga harus jadi sahabat kita juga. Kita harus saling mengenali orang-orang di lingkungan sahabat kita juga"

Sabtu, 17 November 2012

Testimoni Personel Core-i 48 Untuk G64110025

Apapun testimoni dari personel Core-i 48, gue terima dengan sangat terbuka.. mau itu positif apalagi negatif. Tapi yang gue seneng dari semua testimoni kalian, itu semua bener-bener ngegambarin gimana diri gue sama kalian semua, di bagian mana gue harus introspeksi diri pun sekarang gue jadi tau banget.. 
Makasih, makasiiiih banget yaa sahabat ^_^ gue sayang sama keluarga ini...
Testimoni Personel Core-i 48 terhadap gue :))

>> Berikut rekapan testimoni yang bisa gue simpulin :
    • BAIK  :  16 vote
    • BERSAHABAT  :  11 vote
    • ASIK  :  10 vote
    • JUTEK  :   9 vote
    • GENDUT  :  7 vote
    • MOODY  :  6 vote
    • KOCAK  :  5 vote
    • SENSI  :  5 vote
    • DLL
                  >> Berikut testimoni yang bakal gue jadiin bahan introspeksi :
                  • Rusuh Rusuh Nyebelin
                  • Jangan curhat aja lan ke cwo
                  • ga nyangka!
                  • kurang kenal
                  • versi cowok wa
                  • SCREAM...
                  wehehehehehe that's ALL.. Terima kasih semuanyaaa.. With LOVE from me ^o^


                  Jumat, 16 November 2012

                  This Quotes For You, MY NEW BESTFRIEND :)


                  Thankies for your TED's film :D 
                  That was so special. I'll give you something which is special too..
                  Just waiting for my surprizes on December my new bestfriend..
                  Hoping this moments will be remembered for a long time, till ever :D
                  You've known 'bout my stories, so do you..
                  So make it happier till you feel 'speechless' for all :D
                  I can't giving you more feels but i hope you can catch what i've done to you :D
                  Maybe it sounds like a 'codes' but you have to know that i haven't yet given all of my heart to you totally :D

                  Jumat, 02 November 2012

                  Welcome Eleven, Welcome DUFAN


                  WELCOME NOVEMBER, WELCOME DUNIA FANTASI  ^o^ Perjalanan 5 personel core-i 48 dengan modal voucher Rp 600.000 wehehehehe



                  GLOWING WHITE IN THE DARK (Perang Bintang)


                  Wahana Cupu, Istana Boneka  ^o^


                  Good Bye DUFAN, See Yaa.....

                  Aries atau Pisces?? *LOL

                  Selasa malam, pasca UTS periode semester 3 
                  Fokus!! Berempat sama 3 sahabat malem gue lagi sibuk dengan laptopnya masing-masing di sudut kiri koridor Fakultas I. Satu hal yang kita lupain malem itu adalah perbekalan malem yang bisa nutup genderang lambung secara seketika alias cemilan dan air mineral. Gue baru inget banget kalo Tegar minta dikabarin kalo kita mau ngebeskem hari itu. Oke gue langsung tancap gas buat sms Tegar, dan inisiatif buat nitip air mineral 1,5 liter 3 buah. Wihihihi, gak kira-kira sih tapi yaudah lah yaah..toh Tegar nya mengiyakan dengan ketawa beratnya hahahaha

                  Di tengah 3 jam penantian panjang kita berempat terhadap datangnya sosok Tegar, tiba-tiba gue pengen banget nge-bullly Aries yang saat itu mukanya lagi capek banget.
                  Sepdrian : "Lo zodiak Aries? Berarti Maret?"
                  Aries       : "Iya Maret"
                  Gue         : "Maret bukannya Pisces? Oh Maret akhir ya?"
                  Aries       : "iya"
                  Gue         : "Eh tapi kan awal Maret beneran Pisces? Lah terus!?"
                  Sepdrian  : "Iya emang...makanya namanya Aries"
                  Gue         : "Huahahahahahahahaha" Ketawa geli banget
                  Aries       : "Dih, kenapa lo?"
                  Sepdrian  : "Curiga...kenapa lo?"
                  Fajar sibuk dengan MV favoritnya dan gak nanggepin.
                  Gue         : "HAHAHAHA gak kebayang kalo lo lahir 2 minggu lebih awal huahahahaha"
                  Sepdrian  : "Lah huahahahaha"
                  Aries masih gak sadar maksudnya apa.
                  Gue sama Sepdrian ketawa cekikikan bareng. Dengan loading yang terbilang lama, Aries tiba-tiba tiduran miring dan ketawa.
                  Gue         : (Senggol Asep) "Wahahaaha kebayang gak sih sep kalo doi beneran lahir 2 minggu lebih awal? sekarang kita manggil Pisces kali yak wakakakakakk"
                  Sepdrian  : "HUAHAHAHAHHA" ketawa Asep makin meledak
                  Aries       : "Eh iya yak?? wuahahahahaha"
                  Gue         : "Ah telat lo"
                  Sepdrian sama Aries ketawa makin ganas.
                  Sepdrian  : "ahahaha asli mules gue"
                  Aries       : "Ah masa nama gue jadi Pisces HUAHAHAHAHA gak macho!!"
                  Gue         : "Wuahahaha nyokap lo gaul kali hahaha"
                  Fajar yang baru sadar kalo kita cekikikan, cuma ngebuka earphone nya dan geleng-geleng hahaha

                  Waktu udah nunjukin jam 00.25 dan Tegar tak kunjung datang. Sepdrian, Aries keliatan dehidrasi banget akibat ketawa ganasnya.
                  Sepdrian  : "Tegar mana nih om? Hauuss"
                  Gue         : "Beres-beres dulua katanya sih...mau kesini sama Fikar kok"
                  Aries       : "Yah, lama...ngantuk ih gue. Tidur yuk, balik deh"
                  Sepdrian  : "Ujan gini lo mau balik, lan?"
                  Gue         : "Mau mau aja gue sih, tapi lagi males balik ke kosan. Bosen. Lagian siapa juga anak kosan yang masih bangun jam segini!?"
                  Sepdrian  : "Nah Citra?"
                  Gue         : "Gak deh, kasian. Capek banget dia kayanya"
                  Fajar       : "Trus lo mau malem disini?"
                  Gue         : "Mungkin"
                  Aries       : "Yaah, balik yuk lan. Ngantuk gue"
                  Sepdrian  : "Kasian kali om.. Gue sih emang niat malem disini sampe pagi"


                  Rabu, 31 Oktober 2012

                  Bye October, Good Bye My Feeling


                  Oktober berakhir, ada rasa yang sedikit demi sedikit ploong banget dari gue terhadap semua hal. Salah satunya UTS gue selesai dengan meninggalkan bekas dag-dig-dug yang gak karuan. Gimana nilai akhirnya tinggal tunggu hadiah dari Allah, karena Allah maha Tahu nilai apa yang pantes buat usaha dan doa kita. Semoga bisa dapet hasil yang sangat memuaskan. Aamiin :)
                  Dan hal lain di balik itu, tragedi-tragedi pendewasaan diri gue yang terjadi di momen-momen super gak pas di bulan Oktober. Whatever, semoga bisa diambil hikmahnya. Karena keputusan akhir yang gue ambil adalah FIX gue mundur dari hal yang ngerusak persaingan sehat untuk bisa hidup sama sosok yang udah terlanjur bikin kita nyaman.
                  "Pesan moral yang bisa ambil sih lagi-lagi, gue tetep harus ngehargain seberapa kecilnya hubungan seseorang sama orang lain. Karena hubungan kita sama orang lain, belum tentu dianggap punya manfaat buat orang lain apalagi bisa ngerasa orang lain nyaman sama hubungan yang kita jalanin sama orang lain. Mau bagaimanapun kondisi hubungan, mau yang udah dalam status pacaran, sahabatan, temen atau bahkan baru kenal pun itu bisa ngerubah persepsi orang terhadap kita."
                  Yaa, intinya sih kita harus sama-sama bisa menghargai hubungan orang lain tanpa harus ngebuat orang lain salah paham atas hubungan yang kita jalanin. Baik atau buruknya perjalanan hidup seseorang, bisa dilihat dari persepsi banyak orang yang ngerespon apa yang mereka lihat.
                  Gue pun gak mau lagi-lagi ketipu dan ditipu, dianggap penghalang untuk orang lain, dianggap sosok yang suka bermain di belakang, atau apalah itu. Terlebih dari apapun yang pernah gue rasain dan demikian pula tanggepan gue terhadap hubungan orang lain.
                  Whatever, semuanya udah terjadi dan itu semua bukan untuk dihapus dari memori otak, tapi untuk jadi pengalaman dan jalan meuju pendewasaan diri jadi sosok yang jauh lebih tegar dan sosok yang bisa selalu 'possitive thinking' terhadap baik atau buruknya sesuatu.

                  Lagi-lagi, special thankies banget buat :
                  1. Nala yang tiba-tiba bisa berpujangga di saat gue bener-bener jadi pihak yang sangat terpojok saat itu.
                  2. Arian yang secara langsung udah terlibat banget dari awal. Meskipun penyelesaian pendewasaannya gue nilai masih kurang tepat, tapi dengan cara lo itu gue bisa bertindak jauh dewasa lebih dari biasanya.
                  3. Dwiki yang jadi sosok netral. Suka banget sama caranya ngerespon dan menyikapi sesuatu dengan caranya yang gak lebai tapi ngena banget.
                  4. Reeta, sosok netral dengan segala sarannya yang menyejukkan hati, ngebikin gue terharu atas segala analoginya yang gak berlebihan kaya gue.
                  5. Tokoh Irene yang peduli terhadap apa yang gue rasain saat itu, patut gue acungi jempol. Karna Irene sosok cewek yang peka terhadap keadaan sekelilingnya.
                  6. Wira yang udah jadi sosok pembaca sekaligus pendengar yang baik, hening dan tanpa komentar yang memihak siapapun.
                  7. Juga tokoh Heri yang sebenernya gak secara langsung berhubungan konflik sama gue, tapi caranya dia nanggepin konflik yang ada, salut tingkat dewa banget deh. Dan itu bisa gue jadiin contoh banget buat ke depannya.

                  Maaf, dan terima kasih untuk semuanya, khususnya untuk OKTOBER lalalala~~ 

                  Kamis, 25 Oktober 2012

                  Cancel di delete, tapi merasa bersalah

                  Nyesel se-nyesel-nyeselnya .....

                  Ampuun, ampuun, ampuuun -____-
                  Banyak tokoh yang terlibat disini. Sahabat malem gue konflik sama sahabatnya. Entah tentang apa. Doi mau vakum di dunia maya entah sampe kapan. Pamit ke gue. Pamit yang dia maksud, gue gak paham maknanya apa. Semoga gak ada hubungannya sama konflik gue semalem.

                  Untuk tokoh semalem yang terlibat, gue mau minta maaf maaf maaf. Maaf buat tokoh cewek dan cowok. Semuanya...
                  Niat hati mau hapus postingan sebelumnya, tapi doi ngelarang dengan alesan supaya jadi cerita buat nantinya. Oke, alesan bisa diterima. fuh...lega. Seenggaknya semua tokoh udah gue klarifikasi. Semoga mereka mau ngerti gimana emosi gue saat memuncak. Maaf yaa cantik-cantik, ganteng-ganteng ^o^

                  Semoga ada hikmah di balik ini semua...
                  Untuk tokoh Arian, kita bisa selesaiin masalah lo bareng-bareng. Kita ada di saat lo sedih, lo bahagia.  Kita juga gak mau dianggap egois, kala lo gak bisa cerita apa yang lo keluhkan. Kita ada kita bisa bareng, karna kita punya pemikiran, prinsip dan cara pandang yang sama terhadap setiap masalah yang ada. Keep fighting! Gue tau banget gimana feel lo saat ini ^o^

                  Finding some clues

                  Malem itu Arian sms gue buat ngajak makan bareng. Saat itu emang Arian lagi galau tingkat akut soal perasaannya *cielah hahaha
                  Gue yang saat itu lagi mager karna lagi belajar bareng di kosan temen, akhirnya meng"iya"kan ajakan makan Arian yang ternyata cuma berdua saat itu. No problem, he's my best friend...
                  Setelah dia cerita tentang kegalauannya, dia nanya ke gue "Lan, mau cerita baik apa buruk?"
                  Gue : "Tentang?"
                  Arian : "Doi lo laaah...Mr.X"
                  Gue : "Oooh...(flat) eh tapi apa?"
                  Arian : "Tuh kan kepo juga haha"
                  Gue : "Yaudah apaan?"
                  Arian : "haha kabar baiknya, gue udah dapet info dikit nih dari Heri"
                  Gue : "Jah..gitu doang?"
                  Arian : "Iya hahaaha kabar buruknya.........."
                  Gue : "Heem?"
                  Arian : "Ternyata Heri juga lagi nyomblangin cewek ke Mr.X"
                  Gue : "Hah? si Mn?"
                  Arian : "Gue rasa iya, soalnya Heri gak mau sebut nama. Tapi pas gue sebut nama Mn, dia malah balik tanya 'elo bantuin dia yan?' Aneh kan mbak?"
                  Gue : "Ah masa iya??"
                  Arian : "Elo gak ngerasa?"
                  Gue : "Speechless gue"
                  Arian : "Lo percaya gak percaya ya mbak? Gue juga kok"
                  Gue : "Jahat yaa dia... di satu sisi, dia tau loh gimana feel gue ke Mr.X, dan di satu sisi pula dia yang selalu support dan ngeyakinin gue buat terus majuu. aah, bullshit!!!"
                  Arian : "Sabar mbaknya...Tapi asli, dia cerdas meskipun caranya licik"
                  Gue : "Gue berusaha netral, lagi-lagi netral dan ternyata malah doi yang maju. Gue gak masalah kalo emang Mr.X bakal ada feel ke doi, tapi caranya gak gitu. Karma masih berlaku loh..."
                  Arian : "Iya mbak, biarin aja lah... Toh dia juga bakal ngerasain gak enaknya belakangan"
                  Gue : "Iya, kalo peka (sinis)"
                  Arian : "Hahahahaha ngeri juga lo kalo sinis gitu"
                  Gue : "Bodo ah"
                  HAHAHAHHAHAHA ketawa gak jelas bareng
                  Besoknya gue ngeliat Mn balik bareng Mr.X. Dan adegan disitu bikin nyesek banget. Gak mau inget-inget lagi aaaaaaaaaaaaaaarrrrgghh!! Dengan begitu makin jelas, makin ada clue yang menunjukan kalo orang yang lagi minta dicomblangin sama Heri adalah sosok Mn. Whatever you want, gulz... Gue masih punya sahabat-sahabat yang punya pandangan dan prinsip hidup sama. Satu visi buat ngebangun kehidupan yang indah dan membahagiakan ke depannya. Congrats looooh -_______-

                  Senin, 22 Oktober 2012

                  OFF for UTS. Praying for SUCCESS!


                  Untuk hari ini sampe minggu depan gue OFF dulu nih sama semua hal yang membutuhkan unsur "modem", mau itu facebook, twitter, online shop, download film, lagu, atau sekedar nge-youtube.
                  Karna rasa-rasanya gak mau gagal "lagi" di semester 3, semester yang katanya senior sama dosen semester yang punya harapan setengah. What the meaning of.......?? Iya, maksudnya modal IPK kita bisa aja jadi setengahnya setelah masuk semester 3. fuh, naudzubillah...
                  Semoga itu gak terjadi sama gue juga temen-temen seperjuangan gue di core-i 48 ^o^
                  Karna gue ngerasa kita itu udah bener-bener 1 keluarga yang dipertemukan secara tidak sengaja dalam satu perjuangan untuk menjadi sosok manusia sesungguhnya.

                  Sebenernya ada 1 rubrik cerita yang buat gue konyol banget. Kejadian ini pas kemaren (minggu siang sampe malem) belajar bareng, menggalau bareng, makan bareng, sampe nge-troll bareng hahaha
                  Berikut draft nya :

                  1. Tragedi Agung nyebut minus atau dikurang itu DIAMBIL.
                  2. Fikar yang refleks nanya ke Uci lagi ngetik apa padahal Uci lagi nulis di papan tulis.
                  3. IkhsanWW nanya ke Farino itu kalo syaratnya gak berlaku digimanain? Tri jawab "coba lagi" kaya kalo lo beli minuman ale-ale.
                  4. Ada bentuk An bla bla bla. Dan Tio dengan bodohnya nanya "Itu yang jadi A mana yang n mana?" -___-.
                  5. Fikdes yang bilang kalo Dosen Kalkulus Lanjut kita sebagai reseller matlab.
                  6. Lagi-lagi tingkah aneh Fikar yang tiba-tiba cerita kalo cewenya telat menstruasi. Olalalala~~
                  7. Keberadaan kucing ajaib yang mengganggu konsentrasi kita semua, khususnya gue dan licin.
                  8. Tragedi bayar makan yang melenyapkan 30rb duit ikhsanWW.
                  9. Adegan kita (Gue, Uci, Agung, IkhsanWW, Tio, Buy, Sepdrian, Farino, Fadhil, Tri, Solicin, Fikar, Fikdes) yang ngetroll-in gamma sama yenni yang saat itu status tweet nya bete dan marah banget. Ide gilanya terlaksana dengan 11 tweet bersamaan yang kita serang ke gamma juga yenni. Dan mereka ke-troll parah gara-gara ide gila kita saat itu.


                  Hahahahahaha kalo diceritain detail bisa ngabisin berapa line. Cukup kayanya pengantar gue buat OFF blog dan semua yang berbau dunia maya. See yaa ~~
                  Semoga UTS dimudahkan, lancar, sukses dan dapet hasil yang memuaskan. aamiin...

                  SUKSES BERSAMA UNTUK KITA SEMUA SAHABAT CORE-I 48

                  Jumat, 19 Oktober 2012

                  Lagi, Nasehat Spesial Sahabat Malam

                  Problem bermula di saat gue tiba-tiba numpahin amarah ke Dwiki via chat :
                  "bukannya gue gak ngehargain saran dan nasehat dari lo lo pada.. gue selalu berusaha utk ngelakuin itu, khususnya utk kasus Mr.X. kalian sering bilang yaudah kasih kode, tancep gas terus, maju, coba buat frontal, coba buat ngomong langsung.. tapi di sisi lain kalian gak ada yg bisa bantu gue buat perantarain gue -___-"
                  "gue usahain buat deket sama AMl, usaha buat bikin dia cerita dengan nyaman, sama kaya nyamannya dia kalo cerita ke tmen2 deketnya. begitu halnya dgn AR. gue sampe skrg pun masih usaha terus. gue pengen banget bantu kalian pake perantara gue. MESKIPUN kalian gak minta ke gue secara langsung"
                  Dan balesan dari Dwiki saat itu :
                  "gw kira lu merasa dalam keadaan aman, karena lu sendiri masih ada di ruang lingkupnya. kalo emg lu mau gw bilangin gw sms sekarang orgnya "
                  Gue diem agak lama dan baru berani bales :
                  "gue gak yakin itu yang terbaik"
                  Dwiki to the point :
                  "ya lu maunya gimana?kalo iya bilang iya, kalo gk bilang gk. jangan iyain yg gk-gk. lu cerita tapi yg lu bisa cm cerita
                  kalo boleh gw jujur gw juga emosi,
                  sm kondisinya kyk Arian dulu, minta saran tapi cuma diminta"
                  Gue replied :
                  "gue sih ga pengen doi tau kalo ada gue yang ngerasa nyaman dan ada feel sama Mr.x. tapi gue pengen ada orang yang nanyain ke dia secara langsung ttg hubungan dia sama AS. kenapa dia bisa akrab paraaah gtiu.. gue juga pengen bgt ada yg bilang kalo ada banyak orang yg risih sama deketnya dia sama AS."
                  Gue debat agak panjang disitu..dan nasehat terakhir dari Dwiki paling ngena disitu adalah :
                  "jangan sering2 curcol + dengerin saran sesama cewek gw gk bermaksud buat curhat ke cowok juga
                  tapi kurangin porsi curhatnya

                  kita bayangin org itu kyk ngoding
                  kenapa bisa kyk gitu
                  kita trace dulu
                  kalo gk jelas baru nanya
                  jangan udah tau gk ngerti tapi masih maksa2 kalo ya adanya cm kyk gitu" 
                  hahahaha itu nasehat ngena banget di gue. Tapi yang gue pikirin sampe sekarang sih..kenapa analoginya Dwiki pake kodingan ya?? Kayanya sih virus abis UTSP algoritme dan pemrograman deeeh -__- wekekekekk

                  Makasih, makasih bangeeeet.. lagi-lagi makasih banget buat sahabat malem gue. *special poke >> DWIKI 

                  Rabu, 17 Oktober 2012

                  Bahagia Hati Bukan Keadaan


                  Siang itu 12.45, gue coba sms Mr.X buat mastiin kita ada take film apa lagi hari ini. Karna paginya Mr.X ragu bakal take film apa enggak.
                  Gue sms duluan.
                  "Hei, jadi ngetake gak nih? biar gue siap2""Jadi jadi""Trus mau jam berapa? Ketemu dimana?" , "Coba sms Tami deh..tadi dia mau ikut katanya. Tapi gue sms belum dibales" , "Tami lagi di expo. Gue nyusul ke expo deh" , "Tami parkir dimana?""Yaa gak tau, gue belom otw kesana" ,  "oh sip"

                  Selesai prepare, gue otw dan sampe ke expo. Ternyata disana ada banyak senior, Tami, Putri, Rike.
                  Gue sms "Gue udah sama Tami. Mau cabut jamber nih?"
                  Sekitar 5 menit Mr.X masih belom bales. Gue ngobrol canda ini itu sama Tami, Putri, Rike.
                  Di tengah-tengah candaan, 
                  Tami : "Jadi lan? Jam berapa? Yuk deh.."Gue : "Gak tau, Mr.X belom bales. Gue sms lagi deh"Rike : "Ciaciacia....ooh jadi lani sms-an nya sama Mr.X"Gue : "Lah emang harusnya gue sms siapa!?"Tami, Putri : "Ciaciacia hahahaha lani sama Mr.X"Gue : "Apabanget deh..Gue calling aja deh. Bentar yaak"Selesai calling buat mastiin dia lagi dimana dan berangkat jam berapa. Gue balik ke kerumunan Tami, Putri, Rike.Gue : "Dia masih di atas tam, ketemu di fakultas aja"Tami : "Oh yaudah"Rike : "Ciaciacia...malah telponan hahaha"Putri : "Eh iya tau rik, masa sampe sampe si Dito juga bilang gitu pas kemaren take film"Tami : "Hah iya emangnya?"Rike : "Ngomong gimana si Dito. lah kan gue ga ikutan kemaren"Putri : "Iya iya..Kata Dito masa si Lani sama Mr.X cocok. Ada Chemistry nya katanya hahaha"Rike : "Ciacia cilaaan hahaha iya juga sih..kalian deket sih"Gue : "Ah masa sih? Banyak banget masaaa yang bilang gitu!?"Tami : "Iya tau lan lo mirip"Gue : "Laaah...mirip darimananya?"Rike : "Iya tau mirip. Sama-sama tembem. Gak cuma tembem sih, yang pasti mirip deh.."Putri : "Iya tau laan...banyak banget loh yang bilang lo mirip dan cocok"Gue : "Iyaa..ampe bosen gue dengernya. eh tapi emang banyak banget ya yang bilang mirip? Siapa lagi sih orangnya? -__-"Tami : "gue gue gue..Gue juga bilang lo mirip."Gue : "Bah..ada-ada aja deuh." Pembicaraan gue alihin. "eh ini Mr.X bales tam..Dia otw parkiran. kita nyusul ke parkiran yuk"Tami : "Oh oke. Yok ayook"Rike, Putri : "Ciacia..semangat ya hahaha"
                  Naluri gue seneng banget asli. Karna buat gue, secara gak langsung sih mereka support banget kalo beneran dari gue atau doi nya ada sesuatu. Tapi mau berbuat apa lagi?? Toh gue seorang cewek yang cuma bisa terima keadaan dan kenyataan. Susah banget buat cewek kalo harus mulai duluan -__-

                  Jumat, 12 Oktober 2012

                  Penghalang Besar, 00.41 Komunikasi Hilang


                  Siang itu bete gue akut parah. Untuk cerita yang satu ini, gue gak mau sebutin lokasi. 
                  Roy yang tau kalo gue bete, nyamperin gue dan nanya "HAHAHA kenapa lo?"
                  Gue : "BETE!!"
                  Roy : "Jiah, pasti si doi haha"
                  Gue : "Ditambahin tuh sama cewek menel. Carmuk banget gak sih!?"
                  Roy : "Hahaha emang gitu kali dia mah"
                  Gue : "Gitu gimana maksud lo?"
                  Roy : "Yaa..menel lah kaya yang lo bilang"
                  Gue : "ish..Emangnya cowok-cowok gak risih apa di menelin?"
                  Roy : "Tergantung..kalo gue sih risih. Gak tau kalo si doi haha"
                  Gini nih yang gue suka dari caranya Roy nanggepin setiap kalimat yang gue lontarkan, jawabannya seenak jidatnya dia tapi gak melenceng dari topik.
                  Roy : "Yaudah sih, sini sama gue aja. Cuekin aja. Ngobrol sama yang lain juga lebih enak."
                  Gue : "Fuh..Iyadeeh"
                  Gue nyamperin segerombolan cowok-cowok kece *katanya hahaha
                  Dan disitu gue kebawa suasana asyik sama mereka. Tapi jleb, pas gue nengok ke belakang ternyata doi lagi makan bareng sama ciwiciwi menel. Fuh fuh...
                  Rasanya kepala pengen meledak seketika. Refleks gue narik jaketnya Roy "Ih, ke kelas yuk...Bete akut nih!!"
                  Roy : "Emang kenapa si!?"
                  Gue : "Tuh liat!"
                  Roy : "Jiahahahhaa, yaudah ayo ayo ayo...berdua aja deh yuk hahaha"
                  Gue : "Iyadeh, bodo ah!"
                  Roy : "Jeh, sewot banget neng hahaha"
                  Sampe di kelas, gue coba buat gak nunjukin rasa bete, tapi mau gimana lagi karna gue paling gak bisa nutupin ekspresi apapun itu. Hal itu diakui sama Reeta.
                  Malem menjelang, lagi-lagi gue dibikin bete sama 'kebersamaan kita'. SKIIIP!!

                  21.46

                  Keluar dari kelas malem, udah BETE to the max. PARAH Banget! Enggak cuma karna keakraban mereka, tapi betapa gak dianggepnya gue hari itu.
                  Berusaha untuk sms-in semua sahabat malem gue. Gak mungkin sms ke Roy juga Dwiki karna mereka lagi otw ke rumah temen gue yang nyokapnya wafat. Semoga almarhumah diterima di sisi Allah SWT. Aamiin... Mereka yang ikut takziyah, baru sampe kost-an masing-masing jam 01.36 hari berikutnya.
                  Saat itu gue mutusin buat sms dengan nada bete-sebetebetenya ke Arian yang gue rasa dia lagi free, tanpa kegiatan. Arian bales cepet banget.
                  "Astagfirullah..segitunya lan" , "Untungnya ada Reeta disini yang tau sikon gimana bete nya gue""Oh ada Reeta juga disana. Salamin yaa ke doi haha asli kesian banget sih" , "Ah elo gak asik deh...malah gitu sih responnya""Yaa atuh gimana lg? kesian gue sama lo. Dia tau ini kan? haha"
                  Gue males bales lagi, tapi Arian nyadar kalo gue gak bakal bales sms dia, so dia sms gue lagi 
                  "lan, ngebeskem aja deh yuk" , "Tapi di Kebi aja deh""Yaudah, entar kabarin kalo udah kelar"
                  Di jalan, mood gue udah rusak parah. Sepanjang jalan gue diem, sok sibuk sama hape juga sms Arian "Gue udah lewat jalan tikus" Arian gak bales. Gue sms lagi "Gue tunggu di kebi aja deh ya" Arian baru bales "Oh oke, gue telat bacanya"
                  Sampe di Kebi. Udah kenal sama yang jualan gue langsung duduk aja tanpa mesen makanan dulu.
                  Arian dateng, baru deh gue pesen makan. Setelah ngobrol dan curhat panjang lebar, Arian nyuruh gue buat calling Nala supaya dia nyusul ke Kebi. Nala nolak dengan alesan dia capek, dan males ganti baju. Tapi Nala sempet bilang kalo Mr.X bakal dateng buat ngasihin handycam ke Nala. Gue agak nyesek disitu, secara tadi Mr.X ada kelas malem sama gue. Apa coba alesan doi gak nitipin tuh handycam ke gue, toh si Nala pun sekost-an sama gue.

                  Oke, lagi-lagi gue positive thinking dan beranggapan kalo Mr.X emang ada keperluan lain, tapi setelah gue pikir-pikir lagi Nala tuh emang gak puna keperluan apa-apa, entah itu project, akademik atau apappun itu.

                  Yaudah lah, gue berusaha untuk santai. Lagi asyik ngobrol sama Arian, tiba-tiba Mr.X dateng dan langsung pesen makan di kebi. Gue refleks manggil dia "Hei! Mr.X!" Doi langsung nengok "Eh, ada elo lan..hehe" dengan bertabur senyum khasnya hahaha *lebai.
                  Keliatan senyumnya lepaaaaas banget. Mungkin agak lebai tapi emang beneran itu ekspresi yang terpancar dari muka doi haha
                  Tapi ekspresi super indah itu berubah pas Arian nengok juga ke arah Mr.X. 
                  Arian : "Eh ada elo... beli apa bro?"
                  Mr.X : "Eh elo yan. Ini nih... Dari tadi??"
                  Arian : "Lumayan"
                  Gue : "Loh, lo ngapain?"
                  Mr.X : "Nih ngasiin handy"
                  Gue : "Dih, kenapa gak titipin gue aja tadi?"
                  Mr.X : "Lupa tadi masih di kost-an"
                  Gue : "Trus mau ngasih ke siapa itu?"
                  Mr.X : "Nala"
                  Gue : "Buat apa? Emangnya Nala besok jadi dateng seminar? Sama siapa? Roy aja males katanya. Trus cabut alin dong?"
                  Mr.X : "Katanya dia mau dateng. Gak tau tuh"
                  Mr.X ambil posisi duduk di samping Arian. Tanpa ngeliat lagi ke arah gue. Tiba-tiba Nala dateng.
                  Gue : "Loh..lo turun juga juga akhirnya. Tadi pas Mr.X belom dateng males turun katanya" agak sinis
                  Nala : "Iya, tau tuh mau ngasihin handycam katanya"
                  Gue : "Oh. Sama siapa besok?"
                  Nala : "Roy mau dateng katanya"
                  Mr.X : "Nih la.."
                  Gak lama pesenan doi selesai, doi bayar, balik lagi ke kursi buat ambil tas kecilnya terus dia langsung pamit.
                  Lagi-lagi nyesek karna adegan dia pamit itu dramatis banget. 
                  Mr.X : "Yok, gue balik duluan ya..."
                  Gue merhatiin dia bakal sebut semua nama kita apa enggak. Gue ngeliatin muka dia dari jauh. Dia gak nyebutin nama kita satu-satu pas pamit. Tapi dia pamitan dengan mata yang cuma mengarah ke Nala sama Arian. Tanpa ngeliat ke arah gue. What the *piiiip!!!!!
                  Bete bete bete akut gue lagi-lagi kumat >,< raawwwrrrr!!! Salah gue apa!!?

                  Dalam keadaan bete akut, Nala pamit buat balik ke kamarnya.
                  Cuek ah..Nala nya juga jutek seketika. Aneh, tapi yaudahlah. Gue sama Arian udah biasa kalo Nala tiba-tiba jutek gitu.

                  Saat itu pula gue langsung numpahin bete gue ke Arian. Untungnya dia ngeliat juga pas tadi Mr.X pamitan. Arian ngerti banget gimana bete nya gue saat itu. Arian coba nenangin gue, coba buat ngasih saran terbaik buat gue. Saran yang gue rasa masuk akal saat itu adalah coba beraniin diri buat sms duluan ke Mr.X atau minta saran ke Reeta.

                  Ngeliat jam udah 23.14 gue gak coba untuk sms Reeta. Akhirnya gue coba buat sms...
                  "Mr.X""Oy""Gue sama Roy gak ada salah ke lo kan?"
                  >>Gue bawa nama Roy karna sebelum gue cerita ini ke Roy, dia malah sempet nanya duluan ke gue. 
                  Mr.X bales lama banget. Gue sms lagi...
                  "Mr.X..................." "Oalah.. Kaga lah.. kenapa emg? X_x""Beda. Gue sm Roy ngeliat lo jadi lebih diem. Kalo ngbrol ke kita juga jadi cuma seperlunya :(" , "Jiah. Gak tau emng lg ga mood gue haha slow aja x.." "Lo moody banget ya orangnya? Tapi lo diem gak cuma hari ini loh..""Gak juga sih..ya iya makanya. Gatau lagi pngen diem aja x gue cilan -_-.." , "Yaaah..jadi gak asik lo nya ih :( Mood gue juga labil, tapi bisa lebih stabil kalo udah diceritain ke orang lain. Bisa kali ceritaaa -,-" , "Haha..slow x, ttp asik2 aja gue mah.. nah itu dia, kurang bisa begitu gue.. slow kali lan -_-a Ga ada hubungannya sama apa2an ini.."
                  Gue bingung banget harus bales apa. Gue langsung coppas balesan dari Mr.X buat gue kirim ke Arian. Tapi sayangnya Arian bales lamaaaa banget. Akhirnya gue bales dengan kalimat aneh gue.

                  00.06.

                  "Susah yaa kalo mancing cowok buat cerita. Niat hati pengen bantu, tapi yaa apa boleh buat kalo lo nya gak mau atau masih belum mau aja cerita hehe""Gak ada masalah apa-apaan kok, makanya bingung juga kalo mau cerita"
                  Lagi-lagi gue bingung harus bales apa, saat itu di hape gue jam 00.16. Gue ngerasa itu udah malem banget. Udah capek sebenrnya bales sms Mr.X lagi.Gak berharap banyak dia bakal bales sms gue lagi karna gue tau besok paginya dia ada praktikum jam 8.
                  Gue mutusin buat bales lagi. Tapi dengan lebih frontal dan bukan gue banget. Gue bales "ehhmm, okke. Tapi lo ngerasa gak sih kalo lo udah 2 hari ini jutekin gue!?"
                  Lalalala sampe jam 00.41 gue nahan ngantuk banget, dan akhirnya teparlah gue... Paginya gak ada sms balesan dari Mr.X, lagi-lagi putus kontekan di saat-saat sampe titik klimaks -____- Dinikmatin aja deh yaa...

                  Kamis, 11 Oktober 2012

                  Pedang Tajam 120 Menit Kebersamaan

                  Keberanian gue untuk jadi sosok yang hidup dengan kalimat-kalimat klise kembali ke permukaan.
                  Pernah di bully, sempet ngerusak mood gue dan mengurungkan niat nulis sekitar 5 tahun. Gak berani nulis, gak berani banyak berpendapat, bukan berarti gue hidup dengan kebisuan yang menenggelamkan aktivitas gue.
                  Sibuk ini itu menutup keinginan gue, menutup harapan gue untuk eksis di dunia maya. 

                  Niat itu kembali saat gue menginjakkan kaki di tingkat 2 dunia kampus. Satu, dua hal penting juga ga penting mulai gue deskripsikan ke sosok sahabat malam gue (Nala, Roy, Dwiki, Arian).
                  Awalnya gue ragu, karna dari pandangan sekilas gue, mereka bukan tipe pendengar yang baik tapi setelah gue terbuka sama mereka. Mereka mau ngebuka diri buat gak sekedar jadi pembicara yang baik tapi juga jadi pendengar yang baik.

                  Blog gue pun dimulai. Gue tweeting "My first story has been published" dan ada sosok Wira yang retweet "Bagi dong link blog lo".

                  Asli gue lupa banget kalo 2 cerita pertama gue itu semua tentang Mr.X. Alhasil gue bales lah tweet Wira "ini link nya bla bla bla..."

                  Taraaaaaaa...gue sadarnya setelah Wira bilang kalo dia suka baca cerita gue.
                  Wira : "Lan, ceritanya bagus. Tapi gue jadi kepo siapa orangnya hahaha Gue tungguin deh cerita lanjutan lo."
                  Gue : "waa..gue punya pembaca setia hahaha"
                  Wira : "haha iya dong...Gue cari tau ah Mr.X itu siapa."

                  Kemarin malemnya gue iseng ke sekret sama Wisnu dan ketemu banyak anak-anak kelas yang mau rapat. Tiba-tiba Reeta nyamperin gue.
                  Reeta : "Aku udah baca loh blog mu laaan"
                  Gue : "Ah iya? kok tau linknya?"
                  Reeta : "Lah, piye..kamu kan post di twitter."
                  Gue : "Alamaaak, lupa parah. Itu tuh gara-gara Wira nanya. Aih, keceplosan parah tuh."
                  Reeta : "Hahahaha gak apa-apa lan, bagus kok ceritamu."
                  Gue : "Bukan masalah bagus apa enggaknya mbak, tapi doi baca apa enggak."
                  Reeta : "Eh gak apa-apa kalopun dia baca, kan itu bisa semacam kode"
                  Gue : "Yaa tapi kan gue cewek mbak..."
                  Reeta : "Loh justru begitulah cara cewek menyampaikan hasratnya untuk mencintai seseorang. Gak secara langsung, gak to the point juga, tapi berharap ngena ke doi boleh"
                  Gue : "Iya juga sih...tapi malu mbak kalo dia tau"
                  Reeta : "Tapi tapi, tadi aku nanya loh sama Mr.X nya langsung"
                  Gue : "HAH??" (SHOCK parah)
                  Reeta : "Iya tadi aku nanya"
                  Gue : "Nanya gimana maksudnya? Sebut merk??"
                  Reeta : "Tadi aku papasan sama dia, trus aku tanya aja langsung. Eh Mr.X, lagi deket sama seseorang ya? trus dia jawab "Hah!?" Iya aku tau kok kamu lagi deket sama lani. Terus terus dia gak jawab iya, gak jawab enggak. Cuma senyum-senyum malu gitu"
                  Gue : "Dia emang selalu gitu mbak kalo ngerespon pertanyaan yang ada gue nya"
                  Reeta : "Emang iya??"
                  Gue : "Iya mbak, waktu Tiar frontal ngomong gitu pun cuma direspon gitu kok"
                  Reeta : "Yaa berarti emang ada apa-apanya tuh lan"
                  Gue : "Takut mbak.. Takut PHP. Di sini (Nunjuk bagian atas alis) selalu mikirin kemungkinan terburuknya mbak...Sakit kalo beneran cuma PHP (re: pemberi harapan palsu)"
                  Reeta : "Yaa entar juga keliatan kok lan. Semangaaaaaat!!"
                  Gue : "hehe makasih mbak"

                  Besok malemnya pas berangkat les, gue janjian sama Reeta. Dia temen matrikulasi gue, sempet deket banget sih dulu. Dan balik deket lagi pas sekelas lagi pas tingat 2.
                  Gue : "Mbak masih pacaran sama masnya?"
                  Reeta : "Masih kok masih hehe"
                  Gue : "Oooh..." *kode
                  Reeta : "Kok ada yang aneh dari ekpresimu ya lan? hahaha Aku tau sesuatu ini sih"
                  Gue : "Ah masa iya?? wehehehe"
                  Reeta : "HAHAHAHAHA Aku tau kok kamu tau semuanya"
                  Gue : "hahaha moso iyo to mbak?" *JavaStyle
                  Reeta : "Hahahaaha Yowes..santai santai. Doi (Re: Arian) cerita kok"
                  Gue : "ooh..ya ya ya" ketawa bareng
                  Sampe di tempat les gue ketemu Tiar dan di saat hening-heningnya kuliah, dia bilang "Lan, gue udah baca blog lo looohh..."
                  SHOCK. Secara, gue les bareng Mr.X juga, dan dia duduk di samping gue. Jadi posisi duduk pas les itu Mr.X, gue, Reeta, Tiar, dan 1 temen gue.
                  Gue : "Oooo" Lemes...
                  Reeta : "Tuh kan yaa lan...Tiar tuh emang gitu. Frontal dan nembak banget kalo mau bahas sesuatu yang agak pribadi."
                  Gue : "Hahahha iya, kalo kasarnya sih kaya tiba-tiba disodorin pedang. Jleb!! haha"
                  Reeta : "Hahaha iya aku juga suka digituin tuh sama dia. Harap maklum ya lan..."
                  Tiar : "Emang private yaa?? adduuuh...maaf"
                  Mr.X : "Emang apaan sih lan?"
                  Gue pura-pura gak denger apa yang dia tanyain. Gue alihin pembicaraan lagi ke Reeta.
                  Gue : "Tuh kaan mbak, masih dibahas lagi hahaha"
                  Reeta : "iya ya...hahhaa"
                  Semua kecuali Mr.X ketawa geli banget.Mr.X : "Dih, pada ngomongin apaan sih...!?"
                  Skiiiiiip!!

                  Lagi-lagi gue malu abis di depan Mr.X tapi bodo ah..berharapnya sih dia terus-terusan gak tau dan gak mau tau. 
                  Eh tapi gak itu juga sih yang sebenernya gue harepin. Harapan terbesar gue saat ini dia tau apa yang gue rasain, tau juga gimana nyamannya gue sama dia, dan juga bisa ngerespon baik tentang apa yang gue rasain, meskipun ini terlalu cepet.

                  Selasa, 09 Oktober 2012

                  Pesan Sepenggalan Kisah Hati

                  Pesan Baru Dari Sahabat Malam Gue, Sahabat Segalauan Gue :

                  Pelajaran gue dari si P sih...
                  Jangan bohongin perasaan,
                  Jaga privacy pasangan,

                  Kalo dari Bethari
                  Jangan frontal,
                  Kalo Helvetika
                  Jangan lo deketin orang lain pas perasaan lo masih ada yang tertinggal,
                  Dari Nurul
                  Hargai persahabatan,
                  Dari Diora
                  Berusaha untuk menerima
                  Dari Rizka
                  Jangan salah langkah, kadang perasaan lo itu bener *feeling

                  SO, elo jangan frontal...


                  Bukan harus mundur atau gimana, intinya jangan bohongin perasaan lo. Kenyataan itu lengkap dengan pahit getir darah lan, kalo seandaikan kenyataan yang dateng itu ga seindah yang lo harapkan, berusaha untuk menerima. inget aja kalo si 3 digit itu sahabat lo, hargai persahabatan lah. terakhir, jangan salah langkah lan... kadang perasaan lo itu bener :)



                  Sahabat Malam Gue, Makasih...Makasih Bangeeeet

                  19.23 Langkah Hitam Tanpa Ekspresi


                  Sore itu kelas aljabar linear ditiadakan karna ada trouble listrik mati se-Bogor. Alhasil, kuliah alin selesai sekitar jam 16.00. Galau dicampur bete karna Mr.X nyuekin gue parah, entah karna mood dia lagi jelek atau gimana, yang pasti pas gue lagi sama Nala, dia cuma ngobrol sama Nala tanpa peduli kalo gue lagi di samping Nala. Nyesek sih, tapi karna gue sadar gak ada gunanya gue bete-betean ke Mr.X, jadi gue ngalihin mood gue ke trio galau (Roy, Dwiki, Arian). Arian tau kalo mood gue lagi gak stabil, makanya dia nyamperin gue duluan.
                  Arian : "Lo kenapa mbak?"
                  Gue : "Dicuekin. Bete nih. Beskem yuk.."
                  Arian : "Yah, kita maau ke perpus sama Dwiki, sama Zihad juga."
                  Gue : "ikut deh, mau minjem matdis juga"
                  Tiba-tiba sang kepoers (Roy) dateng dengan muka full of kepo hahaha.
                  Roy : "Pada mau kemana sih? Mendung nih"
                  Gue : "Perpus, minjem buku. Ikut?"
                  Roy : "Ikut deh sambil nunggu buka puasa."
                  Gue : "Yuk cepet, keburu ujan. Dwiki ajak tuh"
                  Arian agak teriak manggil Dwiki. "Yuk jalan"
                  Sepanjang perjalanan kita cerita horor. Di perpus, semuanya ngerasa laper termasuk Roy yang lagi puasa pun ngeluh maag nya kambuh. Beli cemilan di luar perpus. Setengah jam berlalu, cemilan di tangan masing-masing pun tanpa sisa.

                  Masuk ke perpus, gue ngedeketin Arian dan bilang "Apa gue perlu cerita ke Dwiki sama Roy?? Kalo gak cerita, terkesan backstreet banget."
                  Arian : "Kalo kata gue sih, cerita aja mbak. Biar nyambung juga kita kalo ngobrol."
                  Gue : "Oke, cari momen tepat dulu deh."
                  Adzan berkumandang, Roy ngebuka minumnya buat ngebatalin puasanya. Sambil megangin perut Roy bilang "Makan yuk, laper parah nih gue."
                  Gue : "Iya ayook..keburu gelap. Mau mati lampu sampe kapan nih!?"
                  Roy : "Eh iya, komunitas gak lan?"
                  Gue : "Masa iya sih jadi kumpul? kan gelap gini?"
                  Roy : "Gausah aja deh ya lan"
                  Gue : "Males gue juga"
                  Dwiki nyamperin gue dan nanya "Maksud chat lo tadi pagi apa ya om? Kayanya ada cia cia cia..."
                  Gue : "hahaha perlu gue ceritain ya emangnya?"
                  Dwiki : "Ya perlulaah...Gue sering cerita ke lo"
                  Gue : "Iya iya..gue bingung harus mulai cerita darimana"
                  Dwiki : "Lah kenapa? ceritain aja dari awal"
                  Gue : "Gue lagi nyaman sama doi. You know lah.."
                  Dwiki : "Ooh..si Mr.X"
                  Gue : "Yap. Emangnya keliatan banget yaa gue deket sama doi?"
                  Dwiki : "Iya, kan lo sering project-an sama doi, om.."
                  Gue : "Tapi gue takut nih om"Dwiki : "Alesannya?"
                  Gue : "Gue takut senasib sama Arian. Di PHP-in itu nyesek banget loh rasanya"
                  Dwiki : "Gue juga pernah kali"
                  Gue : "Nah itu dia, bagusnya gue gimana?"
                  Arian nyerobot pertanyaan gue ke Dwiki "Tetep bikin dia nyaman sama lo dan tetep jadi diri sendiri, mbak"
                  Gue : "Kalo itu pasti mas, karna gue paling gak bisa buat berubah demi orang lain. Jangankan berubah, untuk nahan mood gue aja susah banget"
                  Dwiki : "Hahaha itu sih elo nya aja yang sensian"
                  Gue : "Yee, sial lo haha"
                  Sementara kita bertiga asyik sama cerita kita, Roy sibuk dengan hapenya yang entah lagi sms-an sama siapa. Tapi seperti biasa, mata sih gak keliatan merhatiin kita, tapi kupingnya Roy tetep nguping. Dia tau semua apa yang lagi kita bicarain.
                  Roy : "OOOHHHHHH...jadi si Mr.X lan? Hahahaha tau deh gue..tauu"
                  Gue : "ssssst...diem aja lo. Kepo!! hahahaha"
                  Roy : "Tapi seru kaaan? eh makan dimana nih?"
                  Gue : "Gue ngikut"
                  Dwiki : "Nyoto yuk, laper"
                  Roy : "Eh iya deh, ayo ayo ayo...laper nih"
                  Arian : "Pangkot aja"
                  Sampe di tempat tujuan, dan nerima pesenan soto masing-masing, tiba-tiba ada sms dari Mr.X 
                  "Lan, lagi dimana lan?"
                  Karna tadi siang abis dicuekin sama Mr.X, gue masih berasa bete. Gue cuma bales seperlunya
                  "Pangkot.Knp?" "Mati lampu gak?""Enggak.Knp?" "Balik, ntar ujan redaan gue kesitu. Lanjutin narasi sama dialog gih, udah belum?" Gue males bales. Gak lama Mr.X sms lagi. "Masih nyala gak?" , "Masih om -_- gue lagi sama Roy, Dwiki, Arian. Lo mau kesini gak? Udah gak ujan kok" , "Iya gue kesana"

                  Gak nyampe 10 menit, Mr.X pun dateng dan 3 personel trio galau mulai lirik-lirikan ke gue. Agak nyesel sih gue cerita ke mereka, barusaaaaan aja tentang Mr.X, eh orangnya dateng. Selama gue dateng, gue gak ngomong banyak karena takut keliatan ekspresi gue lagi kesemsem sama doi.

                  Malu, asli malu banget sama trio galau. Ditambah lagi dengan isengnya mereka bikin Mr.X duduk di samping gue, dan mereka foto-in gue sama Mr.X pas lagi ngobrol. Asli itu cacat banget. Gak betah di bully abis-abisan, gue maksa mereka buat ngebeskem aja. Sikon kayanya gak mendukung, tapi tetep maksain buat tetep ngebeskem. mereka setuju, tapi Roy pamit but balik ke kost-an dulu. Alhasil kita cuma berempat plus 1 motor Mr.X. Parahnya pas di jalan, Mr.X tetep jalan sendirian dengan motornya.

                  Gue sih emang gak berharap untuk ditawarin karna Dwiki sama Arian yang jadi prioritas gue. Tapi Dwiki yang frontalin kalimat ke Mr.X "Eh lo gak ngajak si lani? Daripada sendirian gitu"
                  Arian : "Iya sih lan, lo bareng Mr.X aja. Gue lagi pengen malem jumatan sama Dwiki"
                  Asli gue ilfil parah ngeliat Arian yang tiba-tiba ngerangkul Dwiki. Bweeeeek -___-
                  Mr.X : "Eh iya..Sini lan bareng gue aja ke kampusnya. Gue mau ngerjain tugas"
                  Gue : "Lah, terus? Gue diusir nih sama kalian? Jadi orang ketiga masaaa!?"
                  Dwiki : "Nah kan...Mendingan sama kita apa sama Mr.X??"
                  Arian ngasih semacam kode ke gue, makanya gue iya-in aja apa yang mereka saranin.
                  Gue : "Yaudah deh ah..." (Dengan agak terpaksa gue mau)
                  Arian : "Entar kalo kampus udah nyala, kabarin Roy suurh ke beskem, laaan" 
                  Gue : "Okee"
                  Di sepanjang jalan emang ada aja sih yang bisa dibahas.
                  Mr.X : "Kayanya udah nyala lan. Sms-in anak-anak deh."
                  Gue jarkomin trio galau buat cepetan ke Fakultas. Pas sampe fakultas, ternyata masih gelap. Hitam semua. Mati lah gue, udah terlanjur sms-in anak-anak suruh kesini, taunya malah PHP-in mereka.
                  Mr.X : "Coba cek kesana dulu, banyak orang apa enggak."
                  Dari pojok fakultas ke koridor IT, kita berdua dalam kegelapan (alaaahhh, lebai).
                  Akhirnya kita balik ke pojok fakultas buat nyari keramaian. Disini kita nemuin anak-anak kelas lagi latihan seni buat acara seminar besar departemen gue.
                  Mr.X : "Sini lan, lanjutin skrip aja sini"
                  Gue : "Ini belum ditambahin lagi?"
                  Mr.X : "Belum, belum sempet"
                  Gue : "Males, stuck ide juga sih"
                  Dari sudut berlawanan sosok cewek eksis datang wehahahaha sorry yaa buat si tokoh. Oke balik. Sebut aja Tiar "iih laaaaan....."
                  Gue : "ih, kenapa yar?"
                  Tiar : "Kalian tuh keliatan deket banget sih. Kaya orang pacaran. Cocok banget loh kalian, muka kalian juga mirip. Beneran deh kaya orang pacaran, apa mungkin emang pacaran ya? hayooo..."
                  Mr.X cuma senyum-senyum gak jelas tanpa mengeluarkan pernyataan kalo dia risih dibilang gitu. Tapi asli, jatohnya sih gue yang agak risih karna Tiar ngomong disaat gue lagi bener-bener berduaan ditambah lagi 9 orang lain itu temen-temen angkatan.
                  Dengan nada membela diri, gue mengeluarkan pernyataan "Waduuh....apa sih yar!? hehehe"
                  Tiar : "Tapi serius deh laaan hehehe"
                  Gue : "Tiar mau? hahaha"
                  Tiar : "Hahaha mauuuu"
                  Gue cuma bisa senyum nanggepin pernyataan Tiar. Berhubung saat itu masih gelap, hidup tanpa listrik, berharapnya sih Tiar gak liat sama sekali ekspresi apa yang gue kodein ke dia.
                  Olalalalala~~ Rasanya nge-fly siih...seperti menembus ke lapisan inti bumi dan tiba-tiba meledak *duaaaar!! (#LEBAIsession)