Jumat, 07 Desember 2012

Ini postingan apa? hmm -__-

 -Sebentuk kode sangat minim dari sosok dia yang mengakrabkan diri dengan kehidupanku-

Rabu, 05 Desember 2012

Lebih Dari Sosok Sahabat

"Bukan lagi teman, bukan lagi sekedar titel sebagai teman dekat, atau bahkan sahabat, di kala pemikiran kami, tiga insan dengan pemikiran masa depan yang sama dan sejalan, bukan lagi hanya untuk apa yang akan dilakukan dan dilangkahkannya saat ini, tapi untuk esok, lusa dan hari-hari hingga akhir hayat menjemput"
 -Lingkaran 3 insan yang saling menyadarkan dan disadarkan oleh pengalaman masa depan- 

Selasa, 04 Desember 2012

Orang Tua, Mereka Segalanya :')

Obrolan yang sebenernya terbilang ringan, bahkan sangat ringan, seketika berubah menjadi momok yang sedikit memainkan perasaan terhadap 2 sosok yang di balik keramahan dan kelembutannya membutuhkan kehadiran kita sebagai anaknya.

Ya, Ayah dan Ibu sebagai 2 sosok itu dengan segala keterbatasannya menyayangi dan melekatkan kehadirannya sedekat mungkin dengan kita. Tak dapat dipungkiri, sebagai anak ada saja hal yang dapat terlupakan terhadap 2 sosok yang selalu menyempatkan diri, berusaha sapa menyapa dan terkadang benar-benar melupakan kabar dan kegiatannya saat itu.

Memang terdengar jahat ketika sosok orang tua, sosok yang terus berusaha mendampingi setiap langkah anak-anaknya, namun dilupakan seketika oleh anak-anaknya sendiri. Sebatas untuk membalas sms pun terkadang dilupakan oleh seorang anak. Padahal mungkin menurut mereka, tak penting bagaimana kalimat terbaik yang tersampaikan oleh anaknya, asalkan anaknya bisa membalas meskipun hanya menyampaikan emote senyum atau bahkan membalas dengan satu kata ya/tidak pun, mereka sudah bisa tersenyum lega, karena merasa anak-anaknya masih bisa menghargai keberadaan dan kasih sayang mereka.
Pelajaran berharga untuk para insan yang dilahirkan dari tubuh seorang perempuan yang sebenarnya tidak memiliki kekurangan (Ibu), "Sapalah dan hargai iringan langkah mereka yang selalu menyertaimu dengan tidak pernah dan tidak akan pernah melupakannya sedetik pun, beriringan dengan doa yang tersampai melalui perantara Allah"
Peluk hangat dan kecup lembutku untuk setiap iringan doamu, Ayah, Ibu... 

Desember, Dibalik Makna 'Pasangan Hidup'

Bukan lagi karna kisah galau yang terus terungkap di bibir dan menguak menjadi alunan nada dengan segala bentuk ketidakpastian dan spekulasi berbeda terhadap pendengarnya, sebut saja suara. Suara hati yang terkadang tak sinkron dengan suara bibir yang terucap, acap kali di cap sebagai suatu kemunafikan.

Ya, tak ingin panjang lebar terhadap suara yang menggelitik telinga yang menyadarkan untuk berkata sebenarnya. Dari lubuk hati yang mungkin hampir muncul ke permukaan, setiap sosok manusia netral selalu membutuhkan tanggapan dengan pandangan berbeda dari berbagai aspek. Pribadiku merasakan sendiri mereka hadir seketika melalui satu perantara, sekaligus pembicara dan pendengar hebat. 
Yang masih slalu terngiang "Jangan terlalu memposisikan dirimu untuk diriya. Sosok wanita lebih baik menunggu bagaimana respect seorang pria terhadapmu. Karena Tuhan bisa kapan saja menyampaikan dan menerjunkan pangeran hati yang kelak meminangmu. Posisikan diri tidak untuk memilikinya hanya sebatas saat ini, karena jika itu yang ada dipikiranmu maka itulah sebatas hawa nafsu setan. Perpatut dirimu untuk lebih mengenal sosoknya tidak hanya berdasarkan cover, namun lihat dirinya dari segala sisi. Pantaskah dirinya untuk kita? Dan pantaskah kita untuk dirinya?" 
-Dari kesimpulan 3 insan yang sangat memikirkan masa depan-

Minggu, 02 Desember 2012

It Was Not Like A Dating :))


Awal November semuanya dimulai. Sosok *ehem* A yang udah pernah hadir di postingan perdana gue, nyatanya doi hadir setelah 2 minggu lepas hubungan dari cewek yang udah jadi mantannya sekarang. A hadir untuk ngisi hari-hari baru gue dengan rasa yang udah bener-bener mati ke Mr.X. Lagi deeh, say goodbye for that feeling hehe

Akrabnya gue ke A makin menjadi tepat seminggu sebelum adegan sesosok wanita idaman Mr.X nangis-nangis di depan mata gue. Aiih, itu sesi lebai dan dramatis banget.. Tapi yaa karena gue udah illfeel sama keduanya, mau digimanin pun bawaannya biasa aja, bener-bener di bawah standar. Sorry...

Oke, Sering banget gue ngajak A untuk acara yang pengen gue datengin, begitupun dia yang ngontek gue untuk nemenin dia entah untuk sekedar makan malem, saling traktir mentraktir, ngenet sampe tengah malem, juga ngebolang keliling kampus sampe ngorbanin cabut kelas algoritme dan pemograman haha itu KONYOL!! Dan di adegan ketiga itu moment bener-bener langka. Semuanya berawal dari doi yang minta ditemenin makan dan minta ditemenin ngenet pula. Perubahan sikapnya udah mulai beda. Beda banget... Hmm, oke gue gamau terlena sama semua kebaikan dia.

Moment dimana gue gajak dia nonton Hivi yang batal itu, dia berharap banget bisa diganti dengan plan dia yang ngajak gue *doang* untuk nonton. BERDUA. Meskipun hampir gagal, tapi A bener-bener ngeusahain itu tetep jadi. Dan akhirnya kita bener-bener jadi nonton berdua dengan status yang masih sebagai "Teman", tepat di hari terakhir jumat bulan November 2012.

Dengan tenang dan gamau terkesan 'ngoyo', gue nungguin dia selesai jumatan dan baru deh kita cabut ke TKP (Nama tempat sebagai privacy) hehehe
Gue, yang emang gamau terkesan berlebihan dalam berpakaian, tetep pake kemeja denim yang gue pake pas kuliah jumat pagi dan A dengan minyak wangi khasnya udah nungguin gue di depan Bank dengan kaos hitam yang gue suka banget gambar di bajunya saat itu. Hmm...Seperti layaknya sepasang kekasih, kita melakukan perjalanan 1 jam ke TKP. Obrolan ringan pun dimulai........

Sampai di lokasi jam 14.21, mata kita tertuju pada sebuah club donat yang gak diraguin lagi enak dan terkenalnya. Dia ngajak gue ke tempat itu setelah nonton dan yaa gue iyain karna gue tau dia ngeluh laper banget. Karna jam filmnya diputer 14.30 jadinya kita nonton dulu, baru makan.. Beli tiket dan berbekal 2 small popcorn caramel kita masuk dengan posisi duduk yang enak banget.

Selayaknya orang-orang yang juga nonton, kita lebih banyak diem. Satu hal yang baru gue tau tentang sosok A, doi bukanlah tipe orang yang diem garing tapi diem yang bisa tetep ngehidupin suasana. Dan sampe sekarang doi bukanlah sosok yang jaim, tapi sosok yang apa adanya dan bisa bikin kita juga jadi sosok yang apa adanya.

Sejauh ini, perjalanan berdua yang kata salah satu sahabat gue disebut 'dating' itu bener-bener menyenangkan, meskipun level senengnya masih di bawah level seneng kalo lagi sahabat-sahabat gue. Hal itu mungkin karna gue masih gak mau over-pede sama semua kebaikan dan keramahan A ke gue. Alesan A ngajak gue nonton itu yang masih gue pertanyakan, kenapa harus gue!?
Oke, lagi-lagi gak mau di judge 'kepedean' tapi kata 4 dari 7 orang sahabat gue memositif-thinking kan tentang gimana baiknya A dengan segala kemungkinan terburuk yang ada.

Obrolan dan keakraban masih terus berlanjut dengan adegan makan bareng, hunting gadget, doi yang nawarin gue buat shopping, makan es krim, dan pulang. Selama itu pula banyak topik obrolan yang sebenernya gak pengen untuk gue mulai duluan, tapi sosok A lah yang mulai topik tentang :
1. Matkul lah,
2. Kondisi kelas lah,
3. Cinloknya anak-anak kelas lah,
4. Makanan favorit lah,
5. Hobi,
6. Phobia,
7. Sampe hal yang menurut gue privacy untuk level temen yaitu tentang mantan dan keluarga.
Entah makna dari obrolan point 7 itu apa kalo emang kita gak bakal lebih dari sosok temen 'deket'.

Kita pisah jalan. Gue balik ke rumah, dan dia balik ke kost-an. Sampe lokasi balik masing-masing, doi lagi-lagi agak berubah. Lagi-lagi gue gamau di cap kepedean, tapi beneran dia jadi lebih sering sms gue duluan. Entah itu sekedar tanya lagi apa, ngajak makan atau sekedar minta temenin makan, ngajak ngenet atau sekedar minta temenin ngenet, minta inspirasi tentang aplikasi windows yang lagi dia bikin, atau bahkan cuma ngirim emote 'senyum'.

Hahaha entahlah, mungkin itu hanya sebatas dia butuh ruang untuk berbagi kesepiannya dan cerita banyak ke seseoarang. Selama dia baik sama gue, sudah selayaknya bukan kalo gue ngebales semua kebaikan, keramahan dan keterbukaan doi?? Tapi kenapa harus gue??
Gue seneng bisa deket sama lo. Terima Kasih, sahabat baru :)))