Sabtu, 24 November 2012

Kutipan Karma

Believe in "KARMA" or other words "Cause and Effect". Apa yang ditabur, itulah yang akan kita tuai..
Rasa sakit membuatmu lebih kuat. Rasa takut membuatmu lebih berani. Patah hati membuatmu lebih bijaksana. Ambil hikmahnya! 
>> Tweet Kata-Kata Bijak 

Jumat, 23 November 2012

Makna Luar Sebuah Deklarasi



     Semua berawal dari introspeksi diri setelah 2 hari "full of the days with all". Banyak ungkapan hati yang terus muncul dari kepribaadian dan karakter gue. Terus tanya ini itu, apa gue salah? Salah gue dimana? Posisi gue sebagai sahabat dari 4 orang temen cowok gue, emang ada yang salah?
Ke Sandi gue selalu bilang kalo "Gue pengen banget selalu ada buat kalian. Dimana dan gimana keadaan dan suasana hati kalian, gue pengen gue selalu ada di saat kondisi itu terjadi sama kalian."
     Alesan lain karna gue emang pengen membahagiakan mereka, juga dibahagiakan oleh mereka. Gue pun gak mau cuma ada buat mereka di saat bahagia mereka doang tapi gue pun gak mau dihadirkan dalam hidup mereka sebagai pelarian dari kesedihan mereka.

Gue sayaaaaaang banget sama kalian sebagai sahabat-sahabat gue. Dan gue harap begitupun sebaliknya... Kenyamanan gue bareng mereka itu jauuuh lebih nyaman gue rasain dibandingkan gue lagi sama temen-temen segender alias cewek. Bahagia gue untuk mereka dan kebahagiaan mereka hadir untuk gue.

     Tapi di luar kendali itu, otak dan hati gue ga pernah sinkron. Dan sampe sekarang pun, gue belum tau gimana caranya mengsinkronkan otak dan hati gue buat hal-hal dalam konteks "sosialisasi". Mungkin emang cuma gue yang ngerti.

     Mereka tau banget gimana marah dan keselnya gue sama seseorang. Konflik yang terjadi, tekanan batin yang gue rasain. Mereka juga tau banget gimana gue kalo gak suka sama orang. Ekspresi wajah yang spontan dari gue gak akan pernah bisa sedikitpun ditutupin. Gue, sebagai cewek satu-satunya dari kelompok kecil mereka, terkadang jadi sosok yang manja dan "apa banget" di mata mereka. Haha gue tau kok..

     Salah satu kebiasaan kita berempat selain sandi itu, ngebeskem yang entah dimana beskem tetap kita. Ngebolang dan berkelana keliling kampus di tengah malem. Ngelewatin suasana hening dan bau-bauan melati di setiap lokasi yang terbilang horor sekitar kampus.

     Rasa risih tiba-tiba muncul di otak gue dengan feel yang begitu kuat. Bisikan aura negatif yang menyatakan kalau gue harus stop untuk gak lagi berkelana sama sahabat-sahabat gue. Lebih dari sekedar galau yang pernah menghantui otak gue sebelumnya, rasanya sedih dan miris di saat gue takut banget di cap buruk setelah gue ngerasa nyaman dan bisa jadi diri sendiri saat suasana malam bersamaan dengan keberadaan mereka.

     Lagi-lagi sosok sahabat baru gue, sebut aja Sandi, Tegar, Pristi, Dede, hadir untuk nenangin gue. Rasanya bangga, bangga banget punya sosok orang-orang terdekat kaya mereka. Ke Sandi juga Pristi gue udah berani untuk mendeklarasikan kalau kita dalam lingkup sahabat. Tapi belum untuk 2 sosok lainnya. Bukan berarti mereka bukan sosok yang baik. Mereka baik, sama-sama baik banget.. Cuma gue berpikir apalah arti sebuah deklarasi jikalau suasana hati yang kadangkala gak setenang biasanya masih belum bisa dirangkul oleh mereka, untuk semua sosok orang-orang terdekat gue...

Rabu, 21 November 2012

Friendship :')

"Persahabatan tak mengenal gender. Persahabatan pun tak hanya mengajarkan satu kata KEHADIRAN tapi Kebahagiaan dan Kesedihan."
 "Prinsip gue, GUE PENGEN SELALU ADA BUAT KALIAN. Bahagia kalian, bahagia gue juga. Begitupun masalah dan kesedihan kalian, kesedihan gue juga. So gue pengen membahagiakan kalian juga dibahagiakan oleh kalian" 
"KITA BERSAHABAT... Sahabat dari sahabat kita, harus jadi sahabat kita juga. Temen dari sahabat kita, harus jadi temen kita. Pacar atau pasangan dari sahabat kita, juga harus jadi sahabat kita juga. Kita harus saling mengenali orang-orang di lingkungan sahabat kita juga"