Rabu, 30 Januari 2013

Tamparan Halus Dari Sosok Sahabat


"Jangan pernah nyakitin hati orang lain. Hati itu intim dari kehidupan semua orang. Sekalinya sakit itu gak bisa secepet nyembuhin luka-luka biasa, bisa aja berbekas atau bisa juga bikin jadi permanen bahkan untuk orang yang gak kuat, bisa lebih dari itu."
~ Dari sosok sahabat jantan dengan segala kebaikan hati ~

Salam Agen Warna-Warni


HAHAHAHA Obrolan super ringan tentang makna kehidupan melalui whatsapp kemarin sore berlanjut pada obrolan yang lebih. Pristi sahabat gue, mengajukan ide cerdasnya setelah dia tau motto hidup gue 
"Buat hidup ini bermakna dan berwarna".
Dari motto itulah kita berdua mencetuskan 'salam warna-warni' untuk kebersamaan kita. Haha kaya anak kecil sih, tapi itulah kita yang berusaha untuk mendewasakan diri sendiri dengan cara yang berbeda. Berlajut dari obrolan itu, Pristi mengarahkan obrolan itu untuk menjadi suatu kegiatan yang ringan, tidak terlalu serius, bermanfaat serta dapat memotivasi orang lain.

Ya, kami menamai diri sebagai Agen Warna-Warni. Agen yang memiliki visi untuk dapat memotivasi dan bermanfaat untuk orang lain, juga agen yang memiliki misi berbeda di setiap momennya.

*Salam Warna Warni, para agen :))

Senin, 28 Januari 2013

Bukan Sebatas Tolak Ukur Kecerdasan Mutlak


IP semster 3 sudaaah mencuat di media yang disebut KRS. lalalala ~~ 
Dag Dig Dug?? Huh, itu udah pasti! 

Daaan... oke fine pertama nilai yang keluar itu mata kuliah minor gue "Filosofi Ekonomi Syariah". Fiuh, Lega sih meskipun gak mencapai target. Bersyukur. Beberapa hari kemudian, taraaaaaaa nilai dari mata kuliah mayor "Rangkaian Digital". Dan Alhamdulillah...mencapai target. 

Senang itu hanya sesaat, karna seketika salah satu sahabat gue mengeluhkan  kalo akun KRS-nya gak bisa dibuka. Awalnya "Ah itu biasa". Tapi di luar dugaan, ternyata alasan sesungguhnya karna IPK dia tidak mencukupi untuk dapat membuka akun. Shock dan rasanya pengen banget nolong dia, lari ke keberadaan dia sekarang. Tapi apa boleh buat, gue tau banget gimana tegarnya dia. Gimana kuatnya dia. Juga tau gimana dewasanya dia dalam bersikap. Gue yang malah coba buat nenangin diri sendiri sambil kasih sedikit motivasi sebagai bentuk penguatan buat dia.

Esok harinya, 5 nilai kembali mencuat dengan waktu yang sangat berdekatan. Tiga huruf mutu dari 3 mata kuliah pun bikin gue shock parah. Beruntung shock yang gue rasain bukan shock berupa kekecewaan, tapi rasa percaya gak percaya. Ohh, finally...nilai gue gak seburuk yg gue bayangin. Lagi, Syukur Alhamdulillah. Dan beberapa saat kemudian, 2 huruf mutu baru pun mencuat. Fuh fuh fuh... Dua mata kuliah itulah yang bener-bener bikin gue parno abis. Dan ternyata benaar, nilai C dan BC pun menjadi perusak di nilai IP gue semester ini. Pikiran buruk itu sesaat terjadi, namun rasanya kembali jadi cambuk gue pribadi buat lebih peka sama sekeliling gue, sahabat gue, juga nasib 'mereka' yang ada di 'bawah' gue. 

Gue gak mau kufur nikmat, terus syukur dan bersyukur karna IP dan IPK gue masih aman, dan cuma turun 0,01 dari IP semester kemarin. Alhamdulillah...

Yaaa, sebagai sahabat yang baik, peka dan 'hidup', gue berusaha buat teruus kasih motivasi dan ajakan buat bangkit bareng-bareng di semester 4. Gue tau banget kenapa dia bisa terpuruk gini. Gue pun tau gimana cara terbaik buat terus 'ada' buat sahabat gue. 
"Ya, karna sahabat bukan hanya hadir di saat sahabat lainnya dalam kebahagiaan saja, namun lebih dari itu. Karena semuanya bisa kita pelajari sebagai pengalaman hidup."