Selasa, 30 April 2013

Makna Cinta dan Masa Depan


= Dari sosok sahabat yang selalu menyadarkanku makna cinta yang sesungguhnya =
Terima kasiih sahabaat ^_^

Cinta Sejati kah??

Antara kisah Romeo-Juliet dengan Habibie-Ainun, mana yang CINTA SEJATI??

Romeo-Juliet
Mereka saling mencintai. Cinta satu sama lainnya sangat kuat. Radar mereka tak kenal jarak. Namun, pernahkan terpikir bahwa mereka meninggal bersama. Bukan karena ajal keduanya tepat bersamaan, namun ketidakikhlasan salah satu di antara mereka. Romeo pun meninggal saat menyaksikan Juliet yang meninggal terlebih dahulu. Romeo coba untuk ikhlas atas kepergian Juliet, namun ia mendapati beban bahwa tanggung jawab terhadap keluarganya yang akan merasa sangat sedih namun ia masih memiliki kepercayaan penuh bahwa ia akan tetap mendapatkan cinta tulus Juliet meskipun raga kekasihnya itu tlah tiada.

Habibie-Ainun
Sosok Habibie yang sangat tegar akan kepergian Ainun yang mendahuluinya, menjadikan beliau sebagai sosok pujangga bagi perempuan yang sangat menghargai ketulusan. Sosok Habibie lebih bisa menyalurkan cintanya pada Ainun dengan cara yang lebih baik. Ikhlas menerima kepergian kekasih dunianya, bertanggung jawab pada keluarga dan anak-anaknya, juga memiliki kepercayaan penuh bahwa walaupun raganya sudah tak bersama Ainun, namun beliau tetap dapat mencintainya, tetap dengan ketulusan.

Nasihat 'Dokter Cinta'

Permainanku dengan tokoh lama, kini memasuki babak baru.
Tidak ada status. Tidak ada prasyarat. Hanya satu kunci pengikat di antara kami, yakni "kepercayaan".
Dengan rasa nyaman nan tulus.
"Aku percaya kamu, dan kamu harus jaga kepercayan", itulah kalimat yang terlontar dari kami untuk kelanjutan hubungan kami.

Lagi-lagi, keberadaan sahabat sangat aku hargai dalam setiap langkahku atas apapun. Bukan aku berjalan karena orang lain, tapi aku ingin berjalan beriringan bersama orang-orang yang peduli aku, demikian sebaliknya.





Dita Septiani Hikmat, sahabat semasa SMA yang mengetahui banyak tentang aku juga tentang tokoh 'lama' yang kini menjaga kepercayaanku. Calon dokter gigi yang satu ini, selalu menasehatiku tentang 'pendewasaan diri' dan menyikapi hal-hal yang dapat mendewasakan kita.


= Tetep harus bisa bedain yang namanya sayang, cinta, nafsu, dan cuma penasaran. Pada akhirnya gue lebih seneng menjalin hubungan dengan rasa ikhlas, bertanggung jawab dan percaya, karena pada kenyataannya gue ngerasa cinta sama pasangan itu bisa aja luntur. Kecuali cinta anak dan orang tua haha coba hubungan lo yang 3 taun kemaren itu sama doi, karena di usia hubungan yang 3 tahun itulah sebenernya baru dibuka ujian buat kesetiaan. Yaa intinya sih, kita gak boleh bangga kalo lo dan pacar udah ngerasa dan bilang cinta, sayang dan nyaman, karena itu semua gak cukup buat hubungan yang berkualitas dan sampai akhir hayat. =
Ya, jelas sangat jelas bagaimana aku belajar tentang kehidupan. Kehidupan pasca-SMA tidak semata belajar tentang materi untuk masa depan tapi tentang bagaimana menghadapi kehidupan yang tida selamanya indah, lurus dan jelas. Ada kalanya samar tentang semuanya, termasuk soal jodoh.

Senin, 29 April 2013

Kritik Halus Tentang Pajak


Banyak hal-hal yang semakin menyebalkan mengenai perilaku pejabat pemerintahan masa kini. Dimulai dari karakter mereka yang tidak disiplin, tidak ramah dan pro terhadap rakyat, juga tingkah laku sebagian dari mereka yang menyalahin aturan, norma, dan hukum. Buat gue, memang ini hanya terjadi pada segelintir oknum pejabat yang 'sedang tergoda' hasutan syaitan. Mungkin belum mendapat hidayah untuk terbangun dari hasutan itu. Hehe entahlah, semoga hidayah cepat datang.

Anyway, ngomongin pejabat dan pemerintahan, jadi nyambung deh sama kuliah gue siang tadi. Minor gue emang gak sesuai banget sama Mayor gue, tapi gak masalah karena gue nyaman sama minor yang gue pilih. Kuliah minor di mata kuliah Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam gue siang tadi bahas tentang PAJAK.

Ya, selama ini bokap nyokap gue bayar pajak yaa bayar aja sebagaimana aturan dan perundang-undangan. Tapi ternyata, ada sesuatu yang Islam sampaikan tentang perpajakan.
Apakah pajak diperbolehkan dalam Islam? Jika ya, pajak yang seperti apa?

Ada beberapa poin yang membahas tentang syarat pemungutan pajak dalam Islam, di antaranya :
  • Adil dan merata untuk kepentingan umum.
  • Pembayaran pajak dikhususkan untuk orang-orang tergolong kaya.
  • Bersifat sementara, pemungutan tidakk terjadi terus-menerus tiap tahunnya.
  • Penggunaan dana yang dikumpulkan dari pajak harus bebas dari KKN.
  • Diperbolehkan dilakukan terus-menerus asalkan pemerintah tidak boros dan melakukan pengeluaran sesuai kebutuhan.
  • Besarnya pajak disesuaikan dengan pengeluaran yang akan dibutuhkan pemerintahan.
Lantas, apakah semua syarat tersebut sudah dilaksanakan oleh Negeri Tercinta ini!?
Wallahu alam...

Minggu, 28 April 2013

(Hanya) Kontribusi Kami

Pertandingan olahraga dan seni Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA IPB), sebut saja SPIRIT-G. Berlangsung dengan sangat meriah dengan dukungan penuh untuk masing-masing departemen di fakultas kami. Jawaban itu bisa dijawab 'mungkin' untuk departemen kami. Ramai, memang ramai. Tapi tidak berlaku untuk semua angkatan di departemen kami. Lagi-lagi hanya angkatan kami yang ramai dan meramaikan penuh setiap kategori yang ada. 

Ya, mungkin hanya angkatan kami yang tidak sibuk!? 
Atau hanya angkatan kami yang tidak mau melakukan kesibukan untuk sebatas akademik!? 
Atau hanya angkatan kami yang ingin menyibukkan diri di bidang non-akademik!? 
Atau hanya angkatan kami yang peduli akan kegiatan rutin tahunan di fakultas!?
Atau hanya angkatan kami yang memang seharusnya mengemban segala kesibukan dari kegiatan ini!?
Mereka? Sedangkan mereka? Dimana? Hanya sebatas berpangku tangan saja kah!?
Hanya mereka yang benar-benar menghargai keletihan kami, yang menyambut baik kami dengan kontribusi mereka sepenuhnya. Mereka siapa?? Hanya segelintir, bahkan sangat cepat dapat kami hitung keberadaannya. 

Kami salut pada mereka yang terjun langsung membantu kami. 
Kami salut pada mereka yang terjun langsung 'on stage'.
Kami salut pada mereka yang ingin serta merta menyatukan jiwanya pada keletihan kami.
Terima kasih...Terima kasih kepada semuanya, baik yang berkontribusi penuh, sedikit maupun tidak sama sekali. Semoga event-event selanjutnya tidak demikian, karena ingat kah bahwa kita semua menganggap bahwa kita adalah satu !?

SIAP!! SEMANGAT!! DAHSYAT!!
SALAM GAGAHI!!!

Penghargaan Atas Penantian

Semakin hari, semakin intensif kontak lisan kita melalui media maya.
Kau selalu hadir, bahkan kini aku seraya menanti apapun yang kamu tuturkan.

Kamu baik, lebih baik tutur ucapmu daripada dahulu.
Kamu cerdas, lebih cerdas daya talarmu daripada dahulu.
Kamu nampak dewasa, jauh lebih dewasa pemikiran daripada dahulu.
Dan kamu berbeda, sangat berbeda jauh lebih peka terhadap hal yang aku rasakan terhadapmu.

Hari ini, terima kasih atas kasih sayangmu.
Aku menghargai penuh usahamu untuk terus meyakinkanku dalam sela penantianmu, untukku kemudian hari.