Rabu, 17 April 2013

Antara Pasir, Telur dan Air


Antara pasir, telur, dan air.
Dari ketiga benda kecil itu banyak analogi yang tersampaikan hal-hal yang bebau kepemimpinan.
Dua tokoh yang mengaku dirinya sebagai 'filsafat', menganalogikan benda-benda di atas yang kemudian dikembangkan demikian...
PASIR
S : Ya, kalau pasir bila digenggam sedemikian rupa dia akan meluruh hingga bagian atasnya habis bila tidak ditopang dengan sangat baik.
K : Benar, karena pasir tidak akan mampu menopang dirinya sendiri tanpa bantuan orang lain, terlebih bila ia hanya berdiri sendiri, karena butiran pasir tidak akan terlihat apabila ia hanya berdiri sendiri.
TELUR
S : Telur tidak terlalu baik bila dianalogikan untuk sosok pemimpin. Karena kondisi terlalu matang atau kurang matang, tidak akan menjadikannya sesuatu yang enak dimakan. Dalam artian, ia akan mudah sekali terbawa situasi di sekelilingnya.
K : Ya jelas. Karena telur melihat situasional di sekitarnya. Kondisi dimana ia merasa tertekan dengan hal-hal yang tidak mendukung, menjadikannya kelak akan pecah dan buyar, merusak hal-hal yang telah terkonsep sebelumnya.
AIR
S : Kalau aku, jelas menganalogikan air sebagai sosok yang mudah diarahkan. Ia akan mudah menuangkan segala konsepnya sesuai alur dan ketenangan.
K : Tapi bukankah air akan mudah goyah apabila diterpa sedikit ombak?
Hmm...semua kembali pada diri masing-masing yang menganalogikan, baik dari sisi positif maupun negatif.

Tidak ada komentar: