Celoteh serius? Tidak.
Sindiran? Tidak.
Cari muka? Tidak.
Cari sensasi? Tidak.
Berniat untuk menghimbau malah jadi petaka dan boomerang untuk diriku sendiri.
Aku sama sekali tidak bermaksud merusak citra departemen lain.
Ucapan selamatku kepada mereka, memangnya salah? Di bagian mana?
Maaf maaf dan maaf apabila banyak yang merasa kicauanku di media sosial itu salah.
Tapi, apakah kicauanku sepenuhnya salah??
Aku tidak mencari pihak-pihak yang pro terhadapku. Tidak sama sekali. Karena hidupku di kelilingi pihak-pihak yang netral. Mereka selalu melihat sesuatu dari berbagai sisi.
Obrolan yang mengalir begitu saja, justru seolah pro terhadap kicauanku semalam.
Tidak hanya satu dua orang yang mengatakan "Tak apa,kicauanmu memang benar kok."
Hampir semua yang mengetahui kebenarannya, pro terhadap kiacauan yang aku ucapkan.
Tapi yaa, kembali pada introspeksiku. Aku salah karena mungkin terkesan memberikan sindiran kasar terhadap mereka, atau mungkin departemen mereka. Maaf yaa teman, maaf yaa senior.
Ini akan menjadi cambuk untuk diriku sendiri untuk belajar menyaring hal-hal yang kelak menimbulkan kontroversi. Terima kasih atas pembelajaran pendewasaan kali ini.
Terkait kicauanku, semoga mental juara tetap teguh di hati kita.
"Seorang juara tak akan membiarkan orang lain jauh tertinggal di belakangnya, namun ikut menggerakkan teman-temannya untuk juga menjadi sosok juara sepertinya."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar